SPORTIVA, Bandung, Jawa Barat – Federasi SAMBO Indonesia menutup kalender olahraga 2024 dengan menyelenggarakan Kejuaraan SAMBO Indonesia Terbuka, sebuah ajang bergengsi yang berlangsung dari 29 November hingga 1 Desember di Bandung. Acara ini menjadi penutup yang megah untuk musim olahraga, menghadirkan kompetisi SAMBO reguler, SAMBO tempur, serta SAMBO untuk atlet tunanetra dan difabel.
Turnamen ini diikuti oleh 150 atlet dari berbagai daerah di Indonesia dan sejumlah negara tetangga, menjadikannya ajang internasional yang mempertemukan para pejuang terbaik di dunia SAMBO. Penyelenggara menyatakan bahwa kompetisi ini adalah “perayaan kekuatan, keterampilan, dan semangat SAMBO,” mencerminkan misi olahraga ini untuk mendorong persaingan sehat dan solidaritas antar-atlet.
Inklusivitas Menjadi Sorotan
Yang membedakan kejuaraan tahun ini adalah fokus pada inklusivitas. Keikutsertaan atlet tunanetra dan difabel menjadi bukti nyata komitmen Federasi SAMBO Indonesia dalam membuka peluang yang sama bagi semua individu, tanpa memandang keterbatasan fisik. Dengan dukungan Panitia Paralimpiade Indonesia, sejumlah kategori khusus diselenggarakan, memberikan panggung bagi atlet-atlet istimewa untuk menampilkan kemampuan dan semangat juang mereka.
Presiden Federasi SAMBO Indonesia, Krishna Bayu, menekankan pentingnya inklusivitas dalam pidatonya:
“Bagi saya, SAMBO lebih dari sekadar olahraga. Ini adalah jalan menuju kesetaraan, kesempatan bagi semua orang, terlepas dari keterbatasan fisik, untuk mencapai potensi mereka. Kami bangga bahwa kami dapat mendukung atlet tunanetra dan difabel, dan sudah merencanakan inisiatif baru bersama dengan FIAS dan SAMBO Union of Asia and Oceania. Kami berusaha untuk memastikan bahwa suara mereka didengar dan keberhasilan mereka diakui. Bagaimanapun, SAMBO adalah kekuatan yang bisa bersatu.”
Dukungan Internasional dan Masa Depan SAMBO
Kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang untuk memamerkan kemampuan atlet, tetapi juga menunjukkan kemajuan SAMBO di tingkat nasional dan internasional. Dengan partisipasi dari negara-negara tetangga, turnamen ini menjadi bukti bahwa olahraga SAMBO semakin diterima sebagai salah satu cabang olahraga yang kompetitif dan inklusif.
Dalam beberapa tahun terakhir, Federasi SAMBO Indonesia telah bekerja sama dengan Federasi SAMBO Internasional (FIAS) dan SAMBO Union of Asia and Oceania untuk mengembangkan program-program yang mendukung atlet dari berbagai latar belakang. Krishna Bayu mengungkapkan rencana jangka panjang yang mencakup pembinaan atlet muda, pelatihan inklusif, dan perluasan kategori kompetisi di masa depan.
Meningkatkan Semangat SAMBO
Kejuaraan SAMBO Indonesia Terbuka 2024 telah menjadi lebih dari sekadar kompetisi olahraga; ini adalah simbol persatuan dan keberanian yang melampaui batas-batas fisik dan geografis. Semangat yang ditampilkan oleh semua peserta, baik atlet reguler maupun difabel, menunjukkan bahwa olahraga adalah alat yang kuat untuk menciptakan kesetaraan dan inklusi di masyarakat.
Sebagai puncak musim yang penuh prestasi, ajang ini diharapkan menjadi inspirasi bagi lebih banyak individu untuk bergabung dan menjadikan SAMBO sebagai bagian dari perjalanan hidup mereka. Bandung menjadi saksi dari momentum luar biasa ini, mengukuhkan posisinya sebagai pusat pengembangan olahraga inklusif di Indonesia.
Dengan keberhasilan yang diraih tahun ini, Federasi SAMBO Indonesia optimis bahwa 2025 akan menjadi tahun yang lebih gemilang, dengan lebih banyak inisiatif dan turnamen yang mendukung kemajuan dan inklusivitas dalam olahraga SAMBO.***