Petenis Amerika Serikat, Tommy Paul, mengawali perjalanannya di Queen’s Club Championships 2026 dengan hasil positif setelah meraih kemenangan meyakinkan atas kompatriotnya, Zachary Svajda. Mantan juara turnamen tersebut tampil solid untuk mengamankan tiket ke babak berikutnya sekaligus menjaga asa mengulang kesuksesan di London. Hasil ini mempertegas status Paul sebagai salah satu spesialis lapangan rumput di ATP Tour.
Dalam pertandingan putaran pertama, Paul menang dua set langsung dengan skor 7-5, 6-3. Petenis unggulan kedelapan itu menunjukkan performa impresif, terutama melalui servis yang konsisten dan permainan agresif dari baseline. Reuters mencatat Paul melepaskan 15 ace dan memenangi 86,8 persen poin dari servis pertama.
Servis Jadi Senjata Utama Tommy Paul
Penampilan Tommy Paul di Queen’s Club kembali menunjukkan mengapa dirinya kerap tampil baik di lapangan rumput. Kecepatan servis dan kemampuan bergerak di permukaan grass court menjadi faktor penting dalam kemenangannya.
Paul nyaris tidak memberikan banyak kesempatan kepada lawan untuk mengembangkan permainan. Dominasi dari garis belakang dan efektivitas saat menyerang net membuat Svajda kesulitan menemukan ritme permainan terbaiknya.
Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Paul dalam menghadapi tantangan yang lebih berat pada babak berikutnya, terlebih Queen’s Club merupakan salah satu turnamen pemanasan menuju Wimbledon.
Mantan Juara Ingin Kembali Berjaya
Tommy Paul bukan sosok asing di Queen’s Club. Petenis berusia 29 tahun itu pernah meraih gelar juara pada edisi 2024 dan kembali datang ke London dengan ambisi besar untuk mengulang pencapaian tersebut. Turnamen ATP 500 ini juga dikenal sebagai salah satu ajang lapangan rumput paling prestisius di kalender tenis dunia.
Sebelum turnamen dimulai, Paul menyebut Queen’s Club sebagai salah satu turnamen terbaik dalam kalender ATP. Pengalamannya bermain dan sukses di London menjadi modal penting untuk bersaing di level tertinggi.
Persiapan Menuju Wimbledon
Queen’s Club Championships sering kali menjadi tolok ukur kesiapan para petenis menjelang Wimbledon. Dengan absennya sejumlah nama besar, persaingan pada edisi 2026 dinilai lebih terbuka sehingga membuka peluang bagi pemain seperti Tommy Paul untuk melangkah jauh.
Performa impresif di babak pertama tentu meningkatkan kepercayaan diri Paul. Jika mampu mempertahankan konsistensi permainan, bukan tidak mungkin petenis Amerika Serikat itu kembali menjadi kandidat kuat juara di Queen’s Club 2026.
Para penggemar tenis kini menantikan apakah Tommy Paul mampu melanjutkan tren positifnya dan mengubah momentum ini menjadi perjalanan panjang menuju gelar kedua di London.






































































