Petenis nomor satu dunia, Jannik Sinner, kembali melontarkan kritik terhadap jadwal pertandingan di turnamen Roma yang sering berakhir hingga larut malam. Menurutnya, kondisi tersebut tidak ideal bagi pemain dan dapat memengaruhi kualitas pertandingan.
Sinner menyampaikan pandangannya setelah menjalani laga yang selesai melewati tengah malam, sebuah situasi yang menurutnya semakin sering terjadi di turnamen besar tenis modern.
Jadwal Malam Jadi Sorotan di Turnamen Roma
Turnamen di Roma memang kerap menjadwalkan pertandingan besar pada sesi malam demi menarik penonton televisi global. Namun, konsekuensinya adalah sejumlah laga berakhir sangat larut, bahkan mendekati dini hari.
Sinner menilai pola jadwal seperti ini kurang memperhatikan kondisi atlet, terutama dari sisi pemulihan fisik dan ritme pertandingan.
Sinner: Pemain Butuh Ritme yang Lebih Sehat
Dalam komentarnya, Sinner menekankan bahwa pemain membutuhkan jadwal yang lebih stabil agar dapat tampil maksimal.
Ia menyoroti beberapa dampak dari pertandingan larut malam, seperti:
- Waktu pemulihan yang berkurang
- Gangguan pola tidur
- Penurunan performa di pertandingan berikutnya
- Risiko cedera yang meningkat
Menurutnya, meski tenis modern sangat bergantung pada jadwal televisi dan penonton, kesejahteraan pemain tetap harus menjadi prioritas.
Bukan Pertama Kali Sinner Mengkritik
Ini bukan kali pertama Jannik Sinner mengangkat isu jadwal pertandingan. Sebelumnya, ia juga beberapa kali menyinggung padatnya kalender ATP yang membuat pemain sulit mendapatkan waktu istirahat yang cukup.
Sebagai salah satu pemain yang sering melaju jauh di turnamen besar, Sinner merasakan langsung dampak dari jadwal yang ketat dan tidak menentu.
Dilema Turnamen Besar: TV vs Kesehatan Pemain
Fenomena pertandingan larut malam sebenarnya bukan hal baru di dunia tenis. Turnamen besar sering mengatur jadwal berdasarkan:
- Jam tayang televisi global
- Tingkat penonton stadion
- Kepentingan sponsor
- Kebutuhan siaran internasional
Namun, hal ini sering berbenturan dengan kondisi ideal atlet yang membutuhkan ritme harian teratur untuk menjaga performa terbaik.
Dukungan dari Sesama Pemain
Beberapa petenis lain juga diketahui pernah menyuarakan keluhan serupa terkait jadwal pertandingan yang terlalu larut.
Mereka menilai ATP dan penyelenggara turnamen perlu mencari solusi agar jadwal lebih seimbang tanpa mengurangi daya tarik kompetisi.
Sinner Tetap Fokus pada Performa
Meski mengkritik jadwal, Jannik Sinner menegaskan bahwa dirinya tetap fokus pada performa di lapangan.
Ia menilai profesionalisme tetap harus dijaga, namun berharap ada perubahan sistem jadwal di masa depan agar lebih ramah terhadap pemain.
Kesimpulan
Jannik Sinner kembali mengkritik jadwal pertandingan di Roma yang sering berakhir larut malam. Ia menilai kondisi tersebut tidak ideal bagi pemain karena berdampak pada pemulihan fisik dan performa di lapangan.




















































