Leicester City dikabarkan masuk bursa penjualan setelah King Power mengeksplorasi calon pembeli klub. Pemilik Leicester telah menunjuk Citigroup untuk mencari investor potensial. Langkah tersebut menjadi sorotan setelah kondisi klub mengalami kemerosotan dalam beberapa musim terakhir.
Leicester City kini harus menjalani kompetisi League One setelah terdegradasi dari Championship. Klub memastikan degradasi tersebut pada April 2026. Situasi tersebut menjadi titik terendah setelah Leicester sebelumnya menjuarai Premier League pada 2016.
Masalah finansial turut menjadi alasan munculnya rencana penjualan Leicester City. Klub mencatat kerugian sebesar 71,1 juta poundsterling pada musim 2024-25. Leicester juga menerima pengurangan enam poin akibat pelanggaran aturan finansial. Kondisi tersebut semakin menekan masa depan klub bersama King Power.
King Power mengambil alih Leicester City pada 2010 ketika klub masih berada di Championship. Bersama keluarga Srivaddhanaprabha, Leicester kemudian promosi ke Premier League pada 2014. Dua tahun berselang, The Foxes menciptakan sejarah dengan memenangkan gelar Premier League.
Laporan terbaru menyebut aset Leicester dipasarkan dengan nilai sekitar 222 juta poundsterling. Namun, kesepakatan akhirnya diperkirakan bisa berada di kisaran 148 juta poundsterling. Paket penjualan mencakup King Power Stadium, fasilitas latihan Seagrave, akademi, tim putri, dan OH Leuven.
Jika penjualan Leicester City terealisasi, klub akan memasuki era kepemilikan baru. Calon investor menghadapi tantangan besar untuk mengembalikan Leicester menuju Premier League. Namun, sejarah klub dan fasilitas yang dimiliki tetap menjadi daya tarik bagi calon pembeli.






























































































































