Timnas Republik Demokratik (RD) Kongo menjadi salah satu kejutan terbesar di Piala Dunia 2026. Setelah sukses menahan imbang Portugal, tim berjuluk Leopards kini bersiap menghadapi Inggris pada babak 32 besar.
Meski Inggris lebih diunggulkan, hasil yang diraih RD Kongo sepanjang fase grup membuat skuad asuhan Thomas Tuchel memilih untuk tidak meremehkan lawannya. Performa disiplin dan organisasi permainan yang solid menjadi modal utama wakil Afrika tersebut.
RD Kongo Tahan Portugal dan Lolos ke Fase Gugur
RD Kongo membuka kiprahnya di Grup K dengan hasil imbang 1-1 melawan Portugal. Hasil itu menjadi sinyal bahwa mereka mampu bersaing dengan tim papan atas dunia.
Setelah kalah tipis dari Kolombia, RD Kongo bangkit dengan kemenangan 3-1 atas Uzbekistan. Hasil tersebut memastikan mereka lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik ke babak 32 besar.
Inggris Tak Mau Terlena Status Favorit
Pelatih Inggris Thomas Tuchel menegaskan timnya tidak boleh terlalu percaya diri.
Menurutnya, Piala Dunia 2026 telah menghadirkan banyak kejutan. Tersingkirnya beberapa tim unggulan menjadi bukti bahwa setiap pertandingan harus dihadapi dengan fokus penuh.
Tuchel juga menilai RD Kongo pantas mendapat respek setelah mampu menahan Portugal dan menunjukkan permainan konsisten sepanjang fase grup.
Pertahanan RD Kongo Jadi Ancaman
Salah satu kekuatan utama RD Kongo adalah organisasi pertahanan.
Pelatih Sébastien Desabre menerapkan formasi yang fleksibel dengan blok pertahanan rapat. Strategi tersebut sukses membatasi peluang lawan, termasuk saat menghadapi Portugal.
Selain bertahan dengan disiplin, RD Kongo juga berbahaya melalui serangan balik cepat yang dipimpin Yoane Wissa dan Cédric Bakambu.
Desabre: Tekanan Ada di Pihak Inggris
Pelatih Sébastien Desabre mengatakan timnya tampil tanpa beban.
Menurutnya, target utama RD Kongo sudah tercapai dengan lolos ke fase gugur untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Ia menilai tekanan justru berada di kubu Inggris yang datang sebagai salah satu favorit juara Piala Dunia 2026.
Inggris Diminta Waspadai Serangan Balik
Sejumlah pengamat menilai Inggris harus berhati-hati terhadap transisi cepat RD Kongo.
Tim asal Afrika itu terbukti mampu memanfaatkan ruang kosong ketika lawan kehilangan bola.
Jika Inggris gagal mencetak gol lebih dulu, pertandingan diperkirakan berjalan sulit karena RD Kongo sangat nyaman bermain dengan pertahanan rendah.
Laga Penentu Menuju Babak 16 Besar
Pertandingan Inggris kontra RD Kongo akan berlangsung di Atlanta Stadium pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Pemenang laga ini akan menghadapi Meksiko di babak 16 besar setelah wakil CONCACAF tersebut lebih dahulu memastikan tempat di fase berikutnya.
Kesimpulan
Hasil imbang melawan Portugal membuktikan bahwa RD Kongo bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata. Organisasi pertahanan yang disiplin serta serangan balik cepat membuat mereka berpotensi menyulitkan Inggris.









































































































