Mantan winger Argentina, Angel Di Maria, kembali mengungkap kisah pahitnya saat membela Manchester United. Dalam sebuah wawancara terbaru, Di Maria secara blak-blakan menyebut Louis van Gaal menjadi alasan utama dirinya membenci klub berjuluk Setan Merah tersebut.
Pernyataan Di Maria langsung menarik perhatian publik sepak bola dunia karena kembali membuka cerita lama tentang hubungan buruknya dengan pelatih asal Belanda itu selama berada di Old Trafford.
Di Maria Akui Tidak Bahagia di Manchester United
Angel Di Maria bergabung dengan Manchester United pada musim panas 2014 dari Real Madrid dengan status transfer mahal saat itu.
Kedatangannya sempat disambut antusias oleh fans MU karena Di Maria baru saja tampil gemilang bersama Real Madrid dan membantu klub Spanyol tersebut menjuarai Liga Champions.
Namun, perjalanan Di Maria di Manchester United justru jauh dari harapan. Ia hanya bertahan satu musim sebelum akhirnya pindah ke Paris Saint-Germain.
Dalam wawancara yang kembali viral, Di Maria mengaku tidak pernah merasa nyaman selama bermain di MU. Ia bahkan menyebut Louis van Gaal sebagai sosok yang membuat semuanya menjadi buruk. (goal.com)
Hubungan Di Maria dan Van Gaal Memanas
Menurut Di Maria, hubungannya dengan Louis van Gaal memang tidak berjalan baik sejak awal.
Ia merasa sang pelatih terlalu sering mengkritik permainannya dan tidak memberinya kebebasan bermain seperti saat di Real Madrid.
Bahkan, Di Maria mengaku beberapa kali bersitegang dengan Van Gaal terkait posisi bermain dan taktik di lapangan.
Situasi tersebut membuat performanya menurun drastis bersama Manchester United. Padahal, Di Maria sempat tampil impresif di awal musim dengan beberapa assist dan gol penting.
Transfer Mahal yang Berakhir Mengecewakan
Saat direkrut MU, Angel Di Maria menjadi salah satu pembelian termahal klub dengan nilai transfer sekitar 59,7 juta poundsterling.
Namun ekspektasi tinggi itu gagal terpenuhi. Dalam satu musim bersama Manchester United, Di Maria hanya mencatat empat gol di Premier League.
Kondisi tersebut membuat MU akhirnya melepas sang pemain ke Paris Saint-Germain pada 2015.
Meski gagal bersinar di Inggris, Di Maria justru kembali menemukan performa terbaiknya bersama PSG dan tim nasional Argentina.
Di Maria Tetap Sukses Setelah Tinggalkan MU
Setelah meninggalkan Manchester United, karier Di Maria kembali melejit. Bersama PSG, ia memenangkan banyak gelar domestik dan menjadi salah satu pemain paling konsisten di Eropa.
Tak hanya itu, Di Maria juga sukses membawa Argentina menjuarai Copa America 2021 hingga Piala Dunia 2022.
Pencapaian tersebut semakin memperkuat anggapan banyak fans bahwa kegagalan Di Maria di MU lebih dipengaruhi situasi internal klub saat itu dibanding kualitas sang pemain.
Van Gaal Memang Sering Berselisih dengan Pemain
Louis van Gaal dikenal sebagai pelatih dengan karakter keras dan disiplin tinggi. Selama karier kepelatihannya, ia beberapa kali terlibat konflik dengan pemain bintang.
Di Manchester United, Van Gaal juga sempat dikabarkan memiliki hubungan kurang harmonis dengan beberapa pemain lain.
Gaya kepelatihan yang kaku disebut menjadi salah satu alasan mengapa sejumlah pemain kesulitan berkembang di bawah arahannya.
Fans MU Kembali Bahas Era Sulit Pasca Ferguson
Komentar Di Maria kembali memunculkan diskusi tentang masa sulit Manchester United setelah pensiunnya Sir Alex Ferguson.
Era Van Gaal memang dianggap sebagai salah satu periode penuh transisi bagi MU. Meski sempat memenangkan Piala FA, performa tim dinilai belum stabil dan gagal kembali mendominasi Premier League.
Banyak transfer mahal pada periode tersebut juga dinilai tidak berjalan sukses.
Penutup
Pengakuan Angel Di Maria soal Louis van Gaal kembali menjadi sorotan dunia sepak bola. Hubungan buruk keduanya ternyata meninggalkan kesan mendalam hingga membuat Di Maria mengaku membenci Manchester United.






























































