Dunia esports kembali diguncang dugaan match fixing. Tim Dota 2 asal Peru, PTime, resmi didiskualifikasi dari Esports World Cup (EWC) 2026 setelah penyelenggara turnamen mengambil tindakan menyusul penyelidikan terkait dugaan pelanggaran integritas. Kasus ini menjadi salah satu kontroversi terbesar yang mewarnai turnamen Dota 2 bergengsi tahun ini.
Sebelumnya, laga PTime melawan Vici Gaming sempat ditunda secara mendadak. Panitia hanya menyebut adanya “integrity issues” tanpa menjelaskan secara rinci penyebabnya. Penundaan tersebut langsung memicu spekulasi dari komunitas Dota 2 mengenai dugaan manipulasi pertandingan dan aktivitas taruhan mencurigakan.
PTime Didiskualifikasi dari Esports World Cup 2026
Esports Integrity Commission (ESIC) kemudian menjatuhkan suspensi sementara kepada dua anggota PTime, yakni pemain Oswaldo “DarkMago” Herrera dan pelatih Juan “Vintage” Angulo. Setelah proses evaluasi, penyelenggara memutuskan mendiskualifikasi seluruh tim dari Esports World Cup 2026.
Meski demikian, hingga kini ESIC belum mengungkap secara rinci bentuk dugaan pelanggaran yang menjadi dasar keputusan tersebut. Lembaga itu hanya menyatakan bahwa kasus masih berada dalam proses penyelidikan sehingga informasi lebih lanjut akan diumumkan setelah investigasi selesai.
Organisasi PTime Bantah Terlibat Match Fixing
Pihak organisasi PlayTime merespons cepat keputusan tersebut. Manajemen mengumumkan telah menangguhkan DarkMago dan Vintage dari seluruh aktivitas tim. Namun, mereka membantah organisasi terlibat dalam praktik match fixing serta menyatakan siap bekerja sama dengan ESIC untuk mengungkap fakta sebenarnya.
Kasus ini menjadi pukulan besar bagi PTime. Tim asal Peru tersebut sebelumnya tampil cukup menjanjikan dan berhasil lolos ke Esports World Cup 2026 yang mempertemukan 24 tim terbaik dunia dengan total hadiah mencapai US$2 juta.
Integritas Kompetisi Jadi Sorotan
Skandal yang menimpa PTime kembali mengingatkan pentingnya menjaga integritas dalam kompetisi esports. Dalam beberapa tahun terakhir, Dota 2 memang beberapa kali diwarnai kasus match fixing di berbagai wilayah, sehingga pengawasan terhadap aktivitas taruhan dan dugaan manipulasi pertandingan terus diperketat.
Hingga saat ini, penyelidikan ESIC masih berlangsung. Komunitas esports menantikan hasil investigasi resmi untuk mengetahui apakah dugaan match fixing benar-benar terjadi serta apakah akan ada sanksi tambahan terhadap individu maupun pihak lain yang terlibat.









































































































