Bintang Denver Nuggets, Nikola Jokic, memutuskan menunda pembicaraan mengenai perpanjangan kontraknya hingga tahun depan. Keputusan tersebut bukan karena ingin meninggalkan Nuggets, melainkan untuk membuka peluang mendapatkan kontrak dengan nilai yang jauh lebih besar. Jokic menegaskan dirinya ingin bertahan di Denver sepanjang kariernya.
Pemain asal Serbia itu saat ini memenuhi syarat untuk menandatangani kontrak perpanjangan berdurasi empat tahun senilai sekitar 278 juta dolar AS. Namun, jika menunggu hingga musim panas tahun depan, Jokic berpeluang memperoleh kontrak berdurasi lima tahun dengan nilai sekitar 359,5 juta dolar AS. Angka tersebut diproyeksikan menjadi kontrak terbesar dalam sejarah NBA.
Dalam wawancara usai membela Serbia pada kualifikasi Piala Dunia FIBA, Jokic menyatakan rencananya adalah menandatangani kontrak baru musim panas mendatang dan tetap membela Nuggets hingga pensiun. Pernyataan itu sekaligus meredam spekulasi yang menyebut dirinya akan mempertimbangkan hengkang dari Denver.
Jokic kembali tampil luar biasa sepanjang musim 2025-2026. Center berusia 31 tahun itu mencatat rata-rata 27,7 poin, 12,9 rebound, dan 10,7 assist per pertandingan. Catatan tersebut mempertegas statusnya sebagai salah satu pemain terbaik NBA setelah sebelumnya meraih tiga penghargaan Most Valuable Player (MVP).
Meski tampil dominan secara individu, Nuggets gagal melangkah jauh di babak playoff setelah tersingkir pada putaran pertama. Kondisi tersebut membuat manajemen diperkirakan akan berupaya memperkuat komposisi tim agar mampu kembali bersaing memperebutkan gelar juara NBA sebelum Jokic menandatangani kontrak baru bernilai fantastis.
Apabila benar ditandatangani tahun depan, kontrak baru Nikola Jokic diperkirakan melampaui seluruh rekor nilai kontrak dalam sejarah liga. Langkah menunda perpanjangan kontrak dinilai sebagai keputusan strategis yang menguntungkan kedua belah p











































































































