Timnas voli putri Indonesia U-18 harus menelan kekalahan menyakitkan saat menghadapi Kazakhstan pada perebutan peringkat 5-8 Kejuaraan Voli Asia U-18 2026. Kekalahan itu terasa semakin mengecewakan karena Indonesia sempat berada di atas angin ketika memimpin 12-9 pada salah satu set pertandingan.
Momentum tersebut gagal dimanfaatkan skuad Merah Putih. Kazakhstan mampu bangkit dengan meraih sejumlah poin beruntun hingga membalikkan keadaan dan akhirnya mengamankan kemenangan.
Asisten pelatih Indonesia, Bobby Ade Setiawan, mengaku kecewa karena anak asuhnya kehilangan fokus pada momen penting. Menurutnya, tim sebenarnya memiliki peluang besar untuk menguasai pertandingan ketika unggul beberapa poin.
Bobby menilai para pemain sudah menunjukkan permainan yang cukup baik. Namun, kesalahan sendiri dan hilangnya konsentrasi membuat Kazakhstan mampu mengambil alih kendali laga.
Ia mengatakan pertandingan level Asia menuntut konsistensi hingga poin terakhir. Sedikit saja lengah, lawan bisa langsung memanfaatkan situasi untuk membalikkan keadaan.
Kekalahan tersebut membuat Indonesia gagal menjaga peluang finis di posisi kelima. Tim Merah Putih kini harus melanjutkan perjuangan untuk memperebutkan peringkat ketujuh dalam turnamen tersebut.
Meski hasilnya tidak sesuai harapan, Bobby tetap mengapresiasi perjuangan para pemain muda Indonesia. Ia menilai pengalaman menghadapi tim-tim kuat Asia akan menjadi modal penting untuk perkembangan mereka ke depan.
Manajemen tim juga menegaskan bahwa turnamen ini menjadi bagian dari proses pembinaan jangka panjang. Evaluasi akan difokuskan pada aspek konsistensi permainan, receive, pertahanan, dan kemampuan mengelola tekanan di poin-poin krusial.
Indonesia sebelumnya berhasil menembus babak perempat final setelah tampil sebagai runner-up Grup C. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa tim memiliki potensi untuk bersaing dengan negara-negara kuat di kawasan Asi




































































































