Kejutan terjadi dalam perjalanan klub asal Thailand yang tampil di AVC Champions League 2026. Tim juara Liga Voli Thailand musim ini tampil tanpa salah satu pemain andalan Indonesia, Doni Haryono, namun tetap mampu menjaga performa terbaik dan melangkah jauh di kompetisi tingkat Asia tersebut.
Absennya Doni membuat banyak penggemar voli Indonesia menyoroti bagaimana kekuatan skuad Thailand tetap solid dan kompetitif di level internasional, bahkan saat menghadapi klub-klub elite dari berbagai negara Asia.
Skuad Juara Liga Voli Thailand Tetap Solid
Klub juara Liga Voli Thailand yang tampil di AVC Champions League 2026 membawa komposisi pemain lokal dan asing yang sangat kuat. Meski tidak diperkuat Doni Haryono, tim ini tetap memiliki kedalaman skuad yang mumpuni di semua lini.
Beberapa sektor kunci seperti outside hitter, setter, dan middle blocker tetap diisi pemain berpengalaman yang sudah terbiasa bermain di laga-laga besar. Hal ini membuat mereka tetap menjadi salah satu tim yang diperhitungkan di turnamen Asia.
Peran Doni Haryono di Musim Sebelumnya
Sebelumnya, Doni Haryono sempat menjadi bagian penting dalam perjalanan klub di Liga Voli Thailand. Ia dikenal sebagai outside hitter dengan kemampuan serangan cepat dan pertahanan yang solid.
Namun, pada musim AVC Champions League 2026, ia tidak lagi masuk dalam skuad utama klub juara tersebut. Meski begitu, kontribusinya di musim sebelumnya tetap menjadi bagian penting dalam keberhasilan tim meraih gelar domestik.
Performa Klub di AVC Champions League 2026
Pada ajang AVC Champions League 2026, klub juara Liga Voli Thailand menunjukkan performa konsisten sejak fase awal. Mereka mampu bersaing dengan tim kuat dari Jepang, Korea Selatan, hingga Indonesia.
Keunggulan utama tim ini terletak pada:
- Serangan cepat dari sisi sayap
- Blok solid di net
- Konsistensi servis agresif
- Rotasi pemain yang stabil
Meski kehilangan beberapa nama dari musim sebelumnya, sistem permainan mereka tetap berjalan efektif.
Dominasi Liga Voli Thailand di Asia
Liga Voli Thailand memang dikenal sebagai salah satu kompetisi domestik terkuat di Asia Tenggara. Banyak pemain internasional, termasuk dari Indonesia, Jepang, dan negara lain, pernah berkarier di liga ini.
Keberhasilan klub juara Liga Voli Thailand melaju ke AVC Champions League 2026 semakin menegaskan kualitas kompetisi domestik mereka yang terus berkembang.
Dampak Absennya Pemain Indonesia
Absennya Doni Haryono dari skuad utama memunculkan diskusi di kalangan penggemar voli Indonesia. Banyak yang menilai hal ini sebagai bagian dari rotasi dan strategi klub, bukan penurunan performa.
Namun, hal ini juga membuka peluang bagi pemain lain untuk mengisi posisi penting dan menunjukkan kemampuan mereka di level internasional.
Kesimpulan
Meski tidak lagi diperkuat Doni Haryono, skuad juara Liga Voli Thailand tetap tampil kompetitif di AVC Champions League 2026. Dengan kedalaman skuad yang kuat dan sistem permainan yang solid, mereka masih menjadi salah satu tim yang diperhitungkan di Asia.
Turnamen ini sekaligus membuktikan bahwa kekuatan tim tidak hanya bergantung pada satu pemain, tetapi pada kekompakan seluruh skuad dan strategi yang diterapkan di lapangan.



















































