Performa gemilang di masa lalu ternyata belum cukup membuat puas salah satu mantan rekan setim Rivan Nurmulki. Pemain yang pernah berduet dengan Noumory Keita saat mendominasi kompetisi Asia itu kini mengungkapkan rasa kurang puas setelah hanya finis di peringkat tiga kompetisi level Eropa.
Meski hasil tersebut secara objektif tetap tergolong prestasi besar, sang pemain menilai target pribadinya jauh lebih tinggi dan menginginkan pencapaian yang lebih maksimal.
Sempat Dominan di Asia Bersama Noumory Keita
Sebelumnya, duet sang pemain bersama Noumory Keita sempat menjadi sorotan di kancah voli Asia. Keduanya dikenal sebagai kombinasi mematikan yang mampu membawa tim mendominasi berbagai pertandingan penting.
Kecepatan, kekuatan smash, serta kerja sama yang solid membuat mereka menjadi salah satu pasangan paling berbahaya di kompetisi Asia pada musim tersebut. Tidak sedikit kemenangan besar yang berhasil mereka raih berkat performa konsisten di level tinggi.
Tantangan Lebih Berat di Kompetisi Eropa
Berbeda dengan Asia, kompetisi di Eropa dikenal memiliki level persaingan yang jauh lebih ketat. Banyak klub dengan kedalaman skuad yang kuat serta kualitas pemain internasional membuat setiap pertandingan berjalan dengan intensitas tinggi.
Meski berhasil membawa tim finis di posisi ketiga, pencapaian tersebut ternyata belum sepenuhnya memuaskan eks rekan Rivan Nurmulki tersebut. Ia menilai bahwa peluang untuk mencapai final sebenarnya terbuka, namun beberapa detail kecil membuat target utama gagal tercapai.
Rasa Tidak Puas Jadi Motivasi Baru
Alih-alih merayakan posisi ketiga, sang pemain justru menjadikan hasil tersebut sebagai bahan evaluasi. Ia menegaskan bahwa standar pribadinya adalah selalu bersaing untuk gelar juara, bukan sekadar podium.
Sikap ini menunjukkan mental kompetitif tinggi yang memang dibutuhkan di level profesional, terutama di liga-liga Eropa yang dikenal sangat kompetitif.
Bagi dirinya, pengalaman musim ini menjadi pelajaran penting untuk memperbaiki performa di musim berikutnya.
Performa Individu Tetap Jadi Sorotan
Meski tim tidak mencapai target tertinggi, performa individu sang pemain tetap mendapat apresiasi. Ia beberapa kali tampil sebagai penentu dalam pertandingan penting dan menunjukkan kualitas sebagai pemain kunci.
Kombinasi pengalaman dari kompetisi Asia dan adaptasi di Eropa membuatnya semakin matang secara permainan.
Ambisi Lebih Besar di Musim Depan
Dengan pengalaman musim ini, sang pemain kini menargetkan hasil yang lebih tinggi di musim berikutnya. Fokus utama adalah memperbaiki konsistensi dan membawa tim bersaing hingga partai final.
Mentalitas tidak puas dengan peringkat tiga menjadi sinyal bahwa ia masih memiliki ambisi besar untuk terus berkembang.



















































