Novak Djokovic menilai Jannik Sinner memiliki sejumlah kesamaan dengan dirinya. Djokovic terutama menyoroti mentalitas juara yang dimiliki petenis Italia tersebut.
Menurut Djokovic, Sinner merupakan pemain yang tidak pernah cepat merasa puas. Petenis nomor satu dunia itu selalu mencari cara untuk berkembang setiap hari. Djokovic melihat karakter tersebut sebagai salah satu kemiripan terbesar di antara mereka.
Perbandingan itu muncul ketika Djokovic memasuki fase akhir kariernya. Petenis Serbia tersebut kini berusia 39 tahun dan memiliki 24 gelar Grand Slam. Sementara itu, Sinner baru berusia 25 tahun dengan koleksi lima gelar Grand Slam.
Sinner juga semakin sering berhadapan dengan Djokovic dalam pertandingan besar. Pada Wimbledon 2026, Sinner mengalahkan Djokovic 6-4, 6-4, 6-4. Kemenangan tersebut mengantarkan Sinner menuju final Wimbledon untuk musim kedua beruntun.
Persaingan keduanya menjadi bagian penting dalam perubahan generasi tenis putra. Sinner kini memimpin rekor pertemuan mereka dengan tujuh kemenangan dari 11 pertandingan. Djokovic tetap menjadi salah satu pesaing utama Sinner di turnamen Grand Slam.


























































































































