Carlos Alcaraz akhirnya memastikan diri kembali bertanding di US Open 2026 setelah menjalani masa pemulihan lebih dari empat bulan akibat cedera pergelangan tangan kanan. Keputusan tersebut bukan perkara mudah bagi petenis Spanyol itu, mengingat ia langsung menghadapi tantangan Grand Slam dengan format best-of-five setelah lama tidak menjalani pertandingan kompetitif.
Alcaraz terakhir kali bertanding pada Barcelona Open April lalu. Cedera tersebut memaksanya melewatkan sejumlah turnamen penting, termasuk French Open dan Wimbledon. Ia baru meningkatkan intensitas latihan dalam beberapa pekan terakhir, termasuk menjalani sesi latihan panjang dan berat untuk memastikan pergelangan tangannya mampu merespons tekanan sebelum memutuskan tampil di New York.
Juara bertahan US Open itu mengakui persiapannya tidak ideal. Namun, Alcaraz bersama timnya merasa kondisi fisiknya sudah cukup siap untuk kembali berkompetisi. Ia juga memilih tidak mengubah teknik permainan, pergerakan, maupun gaya bermainnya karena ingin tetap tampil sebagai dirinya sendiri di lapangan.
US Open menjadi panggung istimewa bagi Alcaraz. Ia meraih Grand Slam pertamanya di Flushing Meadows pada 2022 dan kembali menjadi juara pada 2025 setelah mengalahkan Jannik Sinner. Tahun ini, Sinner justru dipastikan absen karena cedera lutut, sehingga persaingan gelar menjadi semakin terbuka.
Alcaraz akan mengawali perjalanan mempertahankan gelarnya dengan menghadapi Roman Safiullin. Bagi sang petenis, target utama bukan sekadar hasil, melainkan kembali merasakan atmosfer pertandingan dan membangun kepercayaan diri setelah melewati masa sulit akibat cedera.


































































































































